Yogyakarta, 6 Juni 2026 β STIKES YKY Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru (benchmarking)
dari STIKES Pemerintah Kabupaten Jombang pada Jumat, 5 Juni 2026. Kunjungan
difokuskan pada Program Studi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Program
Sarjana, mencakup tata kelola program studi, sistem penjaminan mutu, hingga
persiapan akreditasi.
Rombongan yang datang terdiri dari
Sekretaris Yayasan, Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, Kepala Program Studi, serta
Sekretaris Prodi S1 K3 STIKES Pemkab Jombang. Kehadiran pimpinan dari berbagai
lini sekaligus mengindikasikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi,
melainkan bagian dari proses perencanaan pengembangan institusi yang berkelanjutan.
Meninjau Kampus dari Dekat
Kegiatan dibuka dengan ramah tamah antara
kedua pihak, kemudian berlanjut ke sesi tur kampus. Rombongan mengelilingi area
kampus STIKES YKY Yogyakarta untuk melihat langsung kondisi perpustakaan,
sarana-prasarana pendidikan, dan laboratorium yang mendukung pembelajaran Prodi
K3.
Peninjauan laboratorium menjadi bagian yang
cukup mendapat perhatian. Prodi K3 membutuhkan dukungan fasilitas yang cukup
spesifik, mulai dari peralatan keselamatan kerja hingga perlengkapan praktikum
higiene industri, dan STIKES YKY membuka akses agar rombongan bisa melihat
kondisi aktual, bukan sekadar presentasi di atas kertas.
Sambutan Kedua Institusi
Memasuki sesi formal, sambutan disampaikan
oleh Sekretaris Yayasan STIKES Pemkab Jombang dan Ketua STIKES YKY Yogyakarta.
Kedua sambutan menyentuh satu tema yang sama: bahwa pertukaran pengalaman antar
perguruan tinggi kesehatan, terutama yang sama-sama mengelola program studi
yang masih tergolong berkembang di Indonesia seperti K3, perlu dilakukan secara
langsung dan terbuka.
Penjaminan Mutu dan Akreditasi 8
Kriteria
Sesi inti kunjungan diisi dengan pemaparan
dari STIKES YKY Yogyakarta mengenai sistem penjaminan mutu internal dan proses
akreditasi 8 kriteria LAM-PTKes (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi
Kesehatan) yang dijalani Prodi K3 Program Sarjana STKES YKY Yogyakarta pada
awal tahun 2026. Kedelapan kriteria tersebut mencakup visi-misi dan strategi,
tata pamong dan tata kelola, kemahasiswaan, sumber daya manusia, keuangan dan
sarana-prasarana, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pemaparan tidak berhenti pada prosedur
formal. Diskusi yang menyusul justru lebih banyak menyentuh hal-hal teknis:
bagaimana menyusun dokumen yang konsisten lintas kriteria, di mana titik-titik
yang kerap menjadi catatan asesor, dan bagaimana program studi mengorganisir
data bukti pendukung agar bisa diakses saat asesmen lapangan berlangsung.
STIKES Pemkab Jombang banyak mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan
kurikulum dan kesiapan sumber daya manusia, dua area yang memang menjadi
perhatian utama dalam akreditasi program studi K3.
Sesi diskusi berlangsung cukup panjang,
mencerminkan besarnya kebutuhan STIKES Pemkab Jombang untuk belajar dari
institusi yang sudah lebih dahulu menjalani prosesnya.
MoU dan Penutupan
Acara ditutup dengan penandatanganan
Memorandum of Understanding (MoU) antara STIKES YKY Yogyakarta dan STIKES
Pemkab Jombang. MoU ini membuka ruang kerja sama lebih lanjut antara kedua
institusi, khususnya di bidang pendidikan dan penjaminan mutu. Kegiatan
diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata sebelum rombongan
bertolak kembali ke Jombang.








