Yogyakarta, 14 Juli 2026 – STIKES YKY Yogyakarta
kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui
penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai tindak lanjut hasil
Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini menjadi forum
strategis bagi pimpinan institusi untuk mengevaluasi capaian standar mutu,
menetapkan kebijakan, serta menyepakati langkah-langkah perbaikan yang akan
dilaksanakan oleh seluruh unit kerja dan program studi.
Rapat dihadiri oleh Ketua STIKES YKY Yogyakarta,
jajaran pimpinan, ketua program studi, kepala unit, auditor internal, serta
Unit Penjaminan Mutu (UPM). Kehadiran seluruh unsur pimpinan menunjukkan
komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang
berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara
berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan hasil Audit Mutu
Internal oleh Kepala Unit Penjaminan Mutu, Tri Arini, S.Kep., Ns., M.Kep. Dalam
laporannya disampaikan bahwa Audit Mutu Internal yang dilaksanakan pada 30
Juni–2 Juli 2026 telah mengevaluasi ketercapaian standar mutu pada seluruh
program studi dan unit kerja. Hasil audit menunjukkan berbagai capaian yang
telah memenuhi standar institusi, sekaligus mengidentifikasi sejumlah peluang
perbaikan sebagai dasar peningkatan kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan
tinggi.
Kepala Unit Penjaminan Mutu menyampaikan bahwa Audit
Mutu Internal merupakan instrumen penting dalam implementasi Sistem Penjaminan
Mutu Internal (SPMI) yang bertujuan memastikan setiap standar dilaksanakan
secara konsisten sekaligus mendorong budaya evaluasi dan perbaikan
berkelanjutan.
"Audit Mutu Internal memberikan gambaran objektif
mengenai pelaksanaan standar di setiap unit. Hasil audit ini diharapkan menjadi
dasar bagi pimpinan dalam menetapkan kebijakan, menyusun prioritas perbaikan,
serta memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di STIKES YKY Yogyakarta,"
ungkapnya.
Selanjutnya, Rapat Tinjauan Manajemen dipimpin oleh
Ketua STIKES YKY Yogyakarta, Dr. Dewi Murdiyanti, Ns., M.Kep., Sp.KMB. Dalam
arahannya, beliau menegaskan bahwa setiap hasil audit harus ditindaklanjuti
secara nyata melalui program kerja yang terukur.
"Audit Mutu Internal tidak berhenti pada
penyusunan laporan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap rekomendasi
diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas tata kelola,
proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan
kepada sivitas akademika. Inilah makna utama dari budaya mutu yang terus kita
bangun bersama," tegasnya.
Dalam forum tersebut, masing-masing program studi dan
unit kerja memaparkan tindak lanjut terhadap hasil audit, mendiskusikan
berbagai kendala yang dihadapi, serta menyusun strategi penyelesaiannya.
Pembahasan berlangsung secara terbuka dan konstruktif sehingga menghasilkan
Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disepakati bersama, lengkap dengan prioritas
program, penanggung jawab, indikator keberhasilan, dan target waktu
penyelesaiannya.
Melalui Rapat Tinjauan Manajemen, pimpinan STIKES YKY
Yogyakarta juga menetapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat
implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai bagian dari siklus PPEPP
(Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Keputusan-keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas
tata kelola institusi sekaligus mendorong tercapainya standar mutu yang telah
ditetapkan.
Menutup kegiatan, Ketua STIKES YKY Yogyakarta
menyampaikan bahwa seluruh Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disepakati
harus segera diimplementasikan oleh setiap unit sesuai dengan target waktu yang
telah ditentukan. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, Unit
Penjaminan Mutu akan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) secara
berkala terhadap seluruh rencana aksi yang telah disepakati dalam RTM.
"Komitmen kita hari ini tidak berhenti pada
kesepakatan. Setiap rencana tindak lanjut akan dimonitor dan dievaluasi secara
berkala agar benar-benar terlaksana dan memberikan dampak nyata terhadap
peningkatan mutu STIKES YKY Yogyakarta. Dengan demikian, budaya mutu tidak
hanya menjadi slogan, tetapi menjadi bagian dari tata kelola institusi yang
kita jalankan setiap hari," pungkas Dr. Dewi Murdiyanti.
Melalui penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen ini,
STIKES YKY Yogyakarta memperkuat komitmennya untuk terus menghadirkan tata
kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan. Sinergi antara
pimpinan, Unit Penjaminan Mutu, program studi, dan seluruh unit kerja menjadi
fondasi penting dalam mewujudkan institusi pendidikan tinggi kesehatan yang
berkualitas serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan dan
pelayanan kesehatan.

